KEBUMEN – Ikatan Mahasiswa Kebumen (IMAKE) Universitas Islam
Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar bakti sosial di Desa Karangpule,
Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, Kamis (22/1/2026). Kegiatan ini
berlangsung selama empat hari tiga malam dengan beragam agenda sosial,
pendidikan, keagamaan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Bakti sosial tahun 2026 ini mengusung tema “Bakti Nyata Cipta
Berdaya”. Melalui kegiatan tersebut, IMAKE berupaya meningkatkan kesadaran
masyarakat terhadap pentingnya pengembangan pendidikan dan ekonomi desa
sekaligus sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada daerah.
Kegiatan diawali dengan pembukaan di Balai Desa Karangpule yang
dihadiri oleh Pemerintah Desa Karangpule, Pembina IMAKE Rayon Walisongo, Badan
Permusyawaratan Desa (BPD), serta panitia bakti sosial. Kepala Desa Karangpule,
Sri Maryati, berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan
memberi manfaat bagi masyarakat.
“Semoga kegiatan bakti sosial ini berjalan lancar tanpa
hambatan,” ujar Sri Maryati dalam sambutannya.
Perwakilan BPD Desa Karangpule, Mustangin, menyampaikan bahwa
masyarakat Karangpule memiliki karakter religius dan nasionalis yang kuat. Hal
tersebut menjadi modal sosial penting dalam mendukung kegiatan kemasyarakatan.
Pada hari pertama, panitia juga melaksanakan santunan anak yatim
dan dhuafa secara door to door. Sebanyak 28 anak yatim dan dhuafa menerima
santunan hasil kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Velloz
Jas Hujan. Malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan yasin dan tahlil bersama
masyarakat di seluruh RW Desa Karangpule.
Memasuki hari Jumat, panitia menggelar kegiatan Jumat Bersih di
sejumlah titik, seperti masjid RW 1, RW 4, RW 5, serta lingkungan sekitar balai
desa. Bersamaan dengan itu, dilaksanakan pengobatan gratis bekerja sama dengan
Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sruweng.
Pada siang hari, dilaksanakan Workshop UMKM bertema Digital
Marketing yang menghadirkan narasumber dari Dinas Perindustrian,
Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DisperindagKUKM) Kabupaten
Kebumen. Workshop ini membahas strategi pemasaran produk secara offline dan
online melalui berbagai platform digital. Kegiatan dilanjutkan dengan
sosialisasi pembiayaan usaha mikro oleh BPR BKK Kebumen.
Pada Jumat malam, digelar TAQWAFEST (Tampilkan Kreativitas
dan Wawasan Festival Seni Islam) yang diikuti santriwan dan santriwati TPQ
se-Desa Karangpule. Berbagai lomba, seperti adzan, cerdas cermat, sambung ayat,
dan hafalan doa sehari-hari, mendapat sambutan antusias dari peserta.
Kegiatan berlanjut pada Sabtu (24/1/2026) dengan agenda IMAKE
Mengajar di SD Negeri Karangpule dan MI Ma’arif Karangpule. Materi yang
diberikan meliputi edukasi anti-bullying untuk siswa kelas 4–6 serta pelatihan
kerajinan ecoprint bagi siswa kelas 1–3.
Pada siang hari, warga memadati Balai Desa Karangpule untuk
mengikuti bazar baju serta berbagai perlombaan anak-anak dan ibu-ibu. Kegiatan
tersebut menjadi salah satu agenda yang paling diminati masyarakat.
Acara puncak sekaligus penutupan dilaksanakan pada Sabtu malam
melalui Culture Festival dan Pengajian Umum. Pengajian disampaikan oleh
H. Cholid Fikri, S.Ag., M.Pd.I., dengan tema keistimewaan bulan Syaban. Acara
juga dimeriahkan dengan penampilan seni dari pelajar dan kelompok hadrah.
Kepala Bidang Pendidikan SMP Disdikpora Kabupaten Kebumen,
Mardiyono, S.Pd., M.Pd., berharap kegiatan bakti sosial ini mampu memperkuat
kerukunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Semoga kegiatan ini menambah kerukunan dan mendukung visi Kebumen berdaya,
beriman, sejahtera, maju, dan berbudaya,” ujarnya.
Kegiatan pengajian dihadiri oleh tokoh masyarakat, kiai
setempat, organisasi mahasiswa daerah, serta keluarga besar IMAKE Walisongo.
Rangkaian bakti sosial resmi ditutup dengan iringan hadrah Syauqun Nabi sebagai
penanda berakhirnya Bakti Sosial IMAKE Walisongo 2026.

COMMENTS